23.4.12

Berbagi Pengalaman dan Tips Memilih Franchise (bag. 1) | Risablogedia


Selama dua tahun sejak 2009, saya pernah menjalankan sebuah usaha, menjadi franchisee. Berdasarkan pengalaman singkat tersebut saya ingin sedikit berbagi beberapa tips memilih franchise, siapa tahu di antara kawan-kawan ada yang sedang berniat menjadi franchisee. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Disimak yaaa…

1. Menyesuaikan budget

Sesuaikan anggaran dengan target franchise incaranmu (jika tidak ingin melibatkan opsi berhutang ke dalam modal). Pada saat saya memutuskan ingin terjun dalam dunia usaha dengan menjadi franchisee, modal saya tinggal pas-pasan di tabungan. Kala itu boleh dikata saya benar-benar nekat nyemplung di dunia usaha dengan hanya berbekal keyakinan akan berhasil dan modal pas-pasan. Total dana yang saya keluarkan sekitar 8,5 juta dengan optimisme bahwa saya akan berhasil meraih BEP dalam waktu 3 bulan atau paling lambat 6 bulan. Wuiihh, mantapnya semangat saya J

2. Menentukan jenis usaha

Sebelum menentukan franchise mana yang akan kamu pilih, sebaiknya lakukanlah survey terlebih dahulu. Franchise mana yang kira-kira prospeknya bagus. Kemudian cari tahu sistem kerjasama kemitraannya seperti apa. Pemilik franchisenya amanah atau tidak. Testimoni mitra (jika sudah ada) seperti apa terhadap usaha tersebut. Jangan berlarut-larut, jangan lama-lama berpikir. Setelah cukup mendapat informasi, segeralah dieksekusi karena jikalau tidak maka oranglain yang akan beraksi.

Saya pribadi ketika itu memutuskan untuk memilih menjadi franchisee atas sebuah merek jajanan a la mal dengan harga terjangkau yaitu crepes. A’Crepes namanya. Yang saya lakukan sebelum memutuskan membeli sebuah outletnya adalah berkenalan dengan franchisor-nya, mengunjungi pusat produksinya dan mewawancarai beberapa mitranya. Selain tentu saja, mencoba sendiri produknya untuk menguji kualitasnya. Meskipun harganya terjangkau saya tidak ingin produk ini ‘mati rasa’. Setelah semuanya oke, barulah saya putuskan untuk menjadi salah satu mitra dari merek tersebut.

diversifikasi menu di tahun kedua perjalanan karir gerobakku :D

3. Menentukan Lokasi dan Pasar

Lokasi adalah salah satu aspek penting yang harus dipikirkan sedari mula. Apalagi franchise yang saya pilih ini bukan bisnis yang berbasis online tapi benar-benar full offline. Dari awal, pasar yang saya incar adalah para siswa di sekolah anak saya. Filosofinya sederhana, saya ingin sambil mengantar-jemput anak, saya bisa mengawasi outlet. Selain kebetulan lokasinya dekat pula dengan rumah. Maklumlah, pada dasarnya saya ini tipikal seorang ibu yang senang di rumah saja.

Target pasar saya, para siswa di sekolah ini, menurut saya cukup potensial. Mereka adalah murid-murid sekolah swasta yang hanya memiliki sebuah kantin kecil dengan variasi jajanan yang masih sangat sedikit ketika saya masuk ke sana. Bahkan saat pertama kali saya meminta izin untuk masuk ke kantin, ibu guru yang berwenang pun sepertinya kurang yakin dengan prospek outlet saya namun beliau berbaik hati mengijinkan saya untuk menggelar outlet di sana. Resiko tanggung sendiri, mungkin demikian kira-kira yang terbersit dalam hatinya. Dan alhamdulillah, feeling saya rupanya lumayan bagus … Pelanggan cilik saya benar-benar antusias menyambut kehadiran outlet saya. ‘Kebetulan’ sekitar 3 bulan pertama saya sendiri yang menjalankan usaha itu tanpa dibantu karyawan, makanya saya tahu persis kehebohan yang berhasil dipicu oleh outlet crepes saya di sekolah itu.

Jadi, tentukanlah lokasi dengan tepat sekaligus target pasar yang diincar sebelum memutuskan menjadi franchisee. Okeyyy … J

(bersambung)

13 komentar:

  1. tipsnya berguna bgt nih, jd ada masukan mengenai bisnis ini

    BalasHapus
  2. Makasih tipsnya mbak, moga berguna nanti saat membangun usaha sendiri

    BalasHapus
  3. hmmm...bisnis yang cukup menjanjikan ya mbak...sukses terus ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, makasih mami zidane. tunggu bagian keduanya ya :D
      sukses juga untukmu..

      Hapus
  4. mending usaha sendiri saja sobb.. membuka dari awal

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, seratus untuk deby!
      nantikan bagian selanjutnya yaaa :))

      Hapus
  5. Jika tidak rahasia, berapa sebenarnya modal awal yang dimaksud dengan "terjangkau" itu nduk ? Siapa tahu saya juga tertarik untuk buka bisnis ini, asal terjangkau
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  6. wah kalau soal terjangkau sepertinya tergantung masing2 orang, pakdhe. yang jelas waktu itu harga outlet crepesnya 7,5 juta :)

    BalasHapus
  7. Iya, Risa, bunda juga mau ikutan pakdhe Cholik deh, pengen tau juga, siapa tau bisa minta dimodalin sama anak, hehehehe.........Makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. siip deh bunda. yang jelas saya senang bahwa niat sekadar berbagi ini bisa ada manfaatnya buat oranglain.
      nanti kalau sudah jadi franchisee kabari saya, ya :)

      salam sukses selalu

      Hapus