Mewarnai adalah salah satu aktifitas
yang sangat digemari oleh anak-anak usia TK. Selama ini saya mengira bahwa
mewarnai yang baik itu adalah asal rapi dan tidak keluar garis. Seperti itu
hingga ketika putra saya masuk TK. Di awal semester, sekolah mengadakan lomba mewarnai bagi ibu dan anak. Demi
turut memeriahkan acara dan menyenangkan anak, saya pun berpartisipasi dalam
lomba tersebut. Menurut saya ketika itu, hasil mewarnai saya sudah sangat bagus
sekali. Eehhh tapi kok kalah! Usut punya usut, ternyata ibu-ibu lain karyanya
memang jauuuhhh lebih bagus dari saya. Bagaimana tidak, mereka mewarnai dengan
teknik! Saya baru tahu bahwa ternyata mewarnai pun ada tekniknya J
Nah, atas dasar
itu saya bermaksud membuat tulisan ini, sekadar berbagi sedikit ilmu yang saya
tahu mengenai teknik mewarnai bagi pemula.
Karena setelah saya kalah di lomba mewarnai yang saya ceritakan tadi, saya
browsing mengenai tips mewarnai bagi
pemula namun sulit saya temukan artikel yang membahasnya secara gamblang
dan sederhana. Pun ketika saya browsing contoh hasil mewarnai yang baik, saya
juga kesulitan menemukannya. Makanya saya buat saja catatan ini, siapa tahu ada
yang membutuhkannya.
Inti dari teknik
mewarnai bagi pemula adalah terletak pada permainan gradasi warna. Jangan mengubah letak dan susunan pewarna misalnya
crayon, yang berbaris rapi di dalam tempatnya, karena seperti itulah posisi
gradasi warna yang benar (menurut Mr. Ikhsan, guru les mewarnai anak saya).
Kecuali kamu sudah menghapal letak urutan gradasi warna tersebut tentunya.
| susunan warna crayon dari sananya |
Mari kita
analisa dua gambar di atas. Bisa dipahami maksud saya mengenai gradasi, bukan?
Kepala hewan yang diwarnai anak saya tidak hanya terdiri dari satu unsur warna
tetapi dua, sesuai tingkatan gradasinya, warna terang dibingkai gradasi
gelapnya. Demikian pula gambar rongga mulut dan sayap. Seperti itulah yang
baik, masih menurut guru les mewarnai anak saya, lho. Kemudian untuk warna
latar, pilihlah warna yang kesannya tidak meredupkan warna objek utamanya.
Jangan sampai warna latar lebih ‘wah’ dari warna objek utama. Demikian, masih
kata beliau. J
Gambar berikut
ini akan mencontohkan gradasi warna yang semakin kompleks, yang ketika
dipandang memang tampak semakin atraktif.
Jika dua gambar
pertama menampilkan dua gradasi saja, dua gambar terakhir meningkat menjadi gradasi tiga
warna. Badan ikan berwarna merah-oranye-kuning. Warna daun teratai : hijau
tua-hijau muda-kuning (eh, tapi yang ini kok gradasinya lompat ya? Hmmm, art …
sometimes it is unpredictable :D)
Nah, bagaimana?
Mudah-mudahan bisa membantu kawan-kawan yang sedang mempunyai kasus sama dengan
saya seperti di awal cerita. Bagi kawan-kawan yang sudah ahli mungkin berkenan
mengoreksi atau menambahkan tips mewarnai
bagi pemula ini.

