13.12.11

Pantul Sinar

Narator
(Pada suatu siang Ummi sedang asyik mengetik sedangkan Fatih menonton channel favoritnya, Jim Jam)

Fatih : “Ummi, tolong carikan senter dong!”
Ummi : (masih tetap mengetik) “Aduh nak cari sendiri dulu kah, Ummi lagi repot ini. Seharusnya kan ada di laci paling atas toh.”
Fatih : “Nggak ada.”
Ummi : (Ummi menghentikan ketikan lalu beranjak ke laci dan mencari senter. Ternyata ada di laci kedua) “Ini senternya, buat apakah?”
Fatih : (menyalakan senter) “Ihh kenapa tidak mantul?” (Fatih mengarahkan sinar senter ke cermin bedak ummi yang sedari tadi sudah dia pegang terlebih dulu)
Ummi : “Oh, Fatih mau memantulkan sinar ya? Coba lihatnya di tempat yang lebih gelap, arahkan ke tembok.”
Fatih : (melakukan instruksi ummi) “Iya, mantul ya.” (mukanya berseri-seri)
Ummi : “Fatih dapat ide darimana kah itu tadi?”
Fatih : (sambil menunjuk televisi) “Tuuh, Anthony Ant …”

Narator
(Andai saja tontonannya sinetron kira-kira apa yang akan ditiru ya? Fiuuffhh, untung saja…)

11.12.11

Jenis Kelamin Lainnya?

Narator
(Gara-gara Ummi rajin nge-blog belakangan ini, kaka Taris jadi tertarik dan minta diajari cara membuat blog juga)

Ummi: “Kamu harus buat email dulu, nak. Ayo masuk ke gmail dulu.”
Taris  : (mengetik www.gmail.com) “Sudah, Mi. Ini diisi ya?”
Ummi : ”Iya, kamu isi sudah..”
Taris   : “Mi, ini jenis kelamin diisi apa kok ada lainnya?”


Ummi : (bingung, memperhatikan poin yang ditunjukkan Taris) “Oalah iya ya, perasaan dulu-dulu jenis kelamin pilihannya cuma wanita/pria sekarang ada pilihan lainnya ya?”
Taris : “Apa mi itu lainnya???”

Narator
(Jaman ueedaaann!!!)

9.12.11

Perbedaan Motor Matic dengan Motor Manual dalam Pandangan Ibu Rumahtangga


Geli rasanya ketika pada suatu waktu saya membaca tulisan stiker yang ditempel di bagian belakang sebuah motor bertuliskan : “Hari gini pake gigi? Kuno!!” Ha ha ha. Ada-adaaa saja namanya kreatifitas persaingan dunia permotoran. Tapi nampaknya belum pernah saya dapati stiker balasan yang berbunyi seperti ini misalnya : “Hari gini ompong? Ga’ nggigit dong!” He he he.


Apapun ceritanya berikut ini saya akan mencoba mengutarakan perbedaan motor matic dengan motor manual dalam pandangan Ibu rumahtangga, jauh dari sudut pandang teknis :
  1. Motor manual akan menghasilkan kesan macho dan tomboy ketika dipakai seorang wanita. Sebaliknya motor matic akan menghasilkan kesan feminin.
  2. (untuk saat ini) Motor manual pilihan warnanya lebih sedikit daripada motor matic, untuk kategori warna-warna pastel dan putih.
  3. Motor manual membutuhkan kerja dan energi  ekstra ketika mengendalikannya (tangan dan kaki sama sibuknya) dibandingkan motor matic (kaki tinggal duduk manis di depan). Ketika jalanan macet hal ini akan lebih terasa bedanya.
  4. Motor matic lebih memudahkan wanita yang menggunakan rok dibandingkan motor manual.
  5. Motor matic mempunyai bagasi terbuka bagian depan yang luas sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan ibu-ibu yang (suka) shopping dan membawa banyak bawaan. Juga bagian depan ini lebih memungkinkan menjaga alas kaki tetap kering ketika hujan turun (saya baru saja membuktikannya tadi siang ketika bertukar motor dengan matic adik saya).

Demikian perbedaan motor matic dengan motor manual dalam pandangan Ibu rumahtangga yang bisa saya laporkan berdasarkan pengalaman pribadi. Kalau soal selera akhirnya kembali kepada pilihan masing-masing orang. Sedangkan saya sendiri saat ini masih menggunakan motor manual, he he he.