5.1.12

Indahnya Bandungku Tak Terlupakan

I…ni adalah sebuah ekspresi dari seorang anak bangsa yang doyan nge-blog, tentang keindahan salah satu kota di negerinya. Bandung. Bila saya memejamkan mata dan diminta untuk menceritakan Indahnya Bandung maka seperti inilah gambarannya…
N…un elok dilingkung gunung membuat Bandung terkenal dengan udara sejuknya. Sekitar tahun 80-an hingga 90-an ketika saya SD hingga SMP, kota ini tentunya belum seramai sekarang. Kompleks tempat saya tinggal dulu, Antapani, masih memiliki banyak lahan berupa sawah dan kolam-kolam ikan. Memori ketika saya mengejar pelangi dan berpetualang meyusuri pematang bersama kawan-kawan sepermainan masih melekat erat dalam ingatan.
D…iikuti dengan kenangan setiap Hari Raya, orangtua saya selalu mengajak saya dan adik-adik main air di Karang Setra, mengelilingi Taman Lalu Lintas dan Kebun Binatang. Belum lagi menyusuri jalanan kota yang rimbun dan sejuk menuju lapangan Gasibu di hari minggu, memandang megahnya Gedung Sate, museum Pos dan Telekomunikasi serta misteriusnya museum Geologi hingga uniknya Cihampelas …
A…h, sungguh kenangan tak terlupakan.
H…ingga kini apakah masih ada kisah seperti yang saya alami diteruskan oleh anak-anak di kota kembang ini? Mengingat sarana hiburan modern telah menyedot segenap perhatian anak-anak kota kembang sekarang? Dari mulai Trans Studio hingga maraknya aneka distro.
N…amun kuyakin di era kemodernan yang serba internet-based ini tentunya tidak akan melupakan ciri khas Bandung sebagai kota kembang. Yang tentunya jika diartikan secara harfiah maka setiap orang yang berkunjung kesana berharap akan melihat tanaman kembang berwarna-warni menghiasi kota, menjadikannya berhiber : bersih, hijau dan berbunga…
Y…a, bukan sesuatu yang terlalu berlebihan kan? Ataukah sudah terlalu sulit untuk diwujudkan? Mengingat kota Bandung yang berada di jalur strategis dengan medan magnet wisata yang sangat kuat.  Mulai dari wisata kuliner, wisata distro hingga wisata alam, apa sih yang tidak ada disana?
A…hh, tapi saya yakin tidak demikian. Tentu tidak ada yang ingin kehilangan identitas kota kembang yang sangat melekat bagi Bandung ini, bukan?


B…ergeser sedikit dari pusat kota menuju ke arah Lembang…
A…kan kita temukan wisata Tangkuban Perahu yang legendaris itu. Wisata alam yang identik dengan kisah legenda rakyat Sangkuriang. Yang tak pernah sepi dikunjungi wisatawan meski disana tak pernah surut hidung harus mencium bau belerang. Yang ketika saya bersama keluarga berkunjung kesana, anak saya yang masih kecil berkata dengan lugu, “Siapa ini yang (maaf) kentut?”
N…aik ke arah lereng kita akan menyaksikan kawah gunung yang terus mengepul seolah tak henti berkata, “Hei manusia! Berhatilah-hatilah… jangan congkak atau kau akan berakhir seperti Sangkuriang!”
D…ekat dengan tangkuban perahu selanjutnya kita bisa menuju ke salah satu wisata air yang terkenal, Sari Ater. Wisata sauna alam dengan aliran air panas berbelerang yang tiada habisnya.
U…ntuk terapi kesehatan sekaligus rekreasi… Juga sebagai penutup wisata seharian bila hanya itu waktu yang kita miliki untuk mengunjungi kota ini.
N…amun jangan kuatir, meski malam menjelang Bandung tak pernah berhenti menawarkan pesonanya. Wisata kuliner patut menjadi pilihan..
G…erai aneka penganan khas seperti brownies, surabi modern, martabak, siomay … apapun selera kita, sebut saja! (sekali lagi), apa sih yang tak ada di Bandung?
K…iranya demikian keindahan kota ini yang bisa saya gambarkan yang selalu melekat erat di benak saya. Meski pada kenyataannya terakhir kali saya menginjakkan kaki disana sekitar 5 tahun lalu.
U…ntuk Bandung saya tak akan pernah lupa!

Putri saya di tepi kawah gunung Tangkuban Perahu

4.1.12

2012, Tahun Juara!

“TelkomSpeedy ngadain kontes menulis!” tag seorang kawan di dinding facebook saya. “Waduh, kontes menulis seperti apa? Sistem SEO kah?” saya bertanya dalam hati. “Ahh, bukan bidang saya kalau SEO, belum mengerti saya.”
Tapi setelah saya membaca syarat dan ketentuannya ternyata bukan sistem SEO. Aha! Ini baru keren. Penyelenggaranya keren, hadiahnya keren, boleh nih…

Berbicara tentang resolusi berarti berbicara soal impian dan target, kan? Bukan soal jumlah titik dalam sebuah gambar, kan (terus terang saya baru ngeh dengan gurauan beberapa orang kawan yang menyebut resolusi tahun barunya adalah 2148 x 2456 pixels)? Ha ha ha.



Untuk seriusnya, di tahun 2012 ini ada beberapa resolusi yang saya canangkan, yaitu : 
  1. Membuat home-based online shop, minimal dalam bentuk akun facebook. Rencananya saya akan mengusung nama i-Sell : icha Sells everything except drugs and pride. Untuk keperluan ini tentunya saya memerlukan dukungan layanan koneksi internet rumahan yang cepat dan bisa diandalkan seperti TelkomSpeedy ini tentunya, yang telah setia menemani saya selama ini.
  2. Melakukan riset melalui internet maupun non-internet dalam rangka persiapan mendirikan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan. Saya ingiiiiin sekali mendirikan sekolah berkualitas yang sesuai dengan gambaran saya sendiri.
  3. Mendukung sepenuhnya putri sulung saya untuk maju kembali menjadi finalis event Olimpiade Sains Kuark. Salah satunya adalah dengan mencari materi yang dapat menambah pengetahuannya akan sains, seperti yang terdapat di PesonaEdu. Putri saya ini tahun lalu berhasil masuk final namun belum berhasil menggondol gelar juara. Bukannya terobsesi namun rasanya ada penyesalan yang tersisa mengingat tahun lalu persiapan sangat minim dilakukan baik dari segi sarana maupun prasarana. Jadi tahun ini saya akan memaksimalkan segala potensi yang ada, siapa tahu takdir berpihak kepada anak saya. Event yang sangat positif seperti ini yang mewadahi anak-anak muda, generasi penerus bangsa untuk saling berpacu melejitkan potensi diri sudah selayaknya mendapat dukungan dari semua pihak, kan? Termasuk TelkomSpeedy tentunya dengan layanan koneksi yang dapat diandalkan yang tentunya akan sangat membantu proses belajar anak-anak itu. Karena hari gini! semua serba internet-based, bukan?
  4. Memenangkan kontes blog Resolusi Juara 2012 ini, asalkan syarat komentar tidak mutlak dijadikan acuan kemenangan karena bila hal itu yang dinilai sudah pasti komentar saya akan kalah jumlah. Maklum saya blogger newbie, he he he.
Nah, demikianlah top-list resolusi saya di tahun 2012 ini. Mari kita sama-sama saling mendoakan untuk keterwujudannya. Dan khusus untuk TelkomSpeedy, semoga semakin bisa diandalkan sehingga dengan bangga saya akan selalu berkata TelkomSpeedy : Andalan Kami. Bravo!

Yuk, Kita Tingkatkan Budaya Menulis dan Membaca melalui Blogging!

a. Menulis
b. Membaca
Bila saya meminta kawan mencontreng salah satu pilihan diatas berdasarkan hal yang lebih kawan suka, mana yang akan kawan pilih?

Sejak memutuskan untuk mulai terjun di dunia blog saya jadi rajin menulis dengan serius. Tadinya sih saya hanya sekedar rajin menulis status di facebook saja. Semenjak mulai nge-blog baru saya mulai serius membuat tulisan. Ternyata besar bedanya antara menulis untuk status facebook dengan menulis untuk menambah postingan di blog. Menulis satu atau dua kalimat intermezo menurut saya lebih ‘mudah’ dibanding membuat sebuah tulisan lengkap dan panjang. Apalagi bila disertai dengan tujuan untuk menarik minat oranglain agar mau membacanya. Seperti halnya dengan yang terjadi dengan blog saya. Sudah syukur bila dalam satu hari ada satu orang saja yang mau membaca isinya. Lebih syukur lagi bila ada pembaca yang sungguh-sungguh merasakan ada manfaat yang bisa diambil dari segala hal yang saya posting.
Belakangan ini saya baru menyadari, ketika mencari sebuah keyword di search engine, daftar hasil pencarian biasanya didominasi oleh blog pribadi baik yang gratisan ataupun bukan. Sebelumnya boro-boro saya ngeh dengan hal itu. Ternyata hal itu ada triknya, namanya SEO. Sesuatu yang sejak satu setengah bulan lalu hingga detik ini tidak masuk-masuk di otak saya. Padahal basic ilmu perkuliahan saya elektro. Ha ha ha, payah! Terlepas dari itu, maksud saya adalah bila kita lihat siapakah para blogger yang berada di balik blog-blog yang merajai top list hasil pencarian mesin pencari maka jawabnya adalah bisa siapa saja. Tak terbatas jenis kelamin, usia dan profesi.
Ini hal yang sangat baik, bukan? I mean, bayangkan bila budaya ini diterapkan di kalangan pelajar Indonesia mulai tingkat dasar. SD tingkat akhir lah minimal.