4.4.12

3 hal paling menarik dari seorang A. Fuadi


Saya berkesempatan bertemu dengannya di acara Kompasiana BlogShop & Roadshow N5M Makassar yang bertempat di Gedung Bank Indonesia, pada hari Sabtu, 31 Maret 2012 lalu. Ia menjadi salah satu pembicara yang dihadirkan di acara tersebut.  A. Fuadi, himself. Tak terkira semangat saya untuk mendengar penuturannya langsung mengenai proses penulisan novel Negeri 5 Menara. Saya bahkan menyengaja membawa buku N5M saya untuk ditandatangani olehnya di sana. Norak? Mungkin iya. Biarlah, he he he.

Baiklah, kali ini saya bukan hendak me-review novel beliau, tapi justru saya akan membeberkan kesan mendalam saya mengenai beliau dari pertemuan singkat sekitar 1,5 jam itu. So, tulisan ini akan saya juduli dengan : 3 hal paling menarik dari seorang A. Fuadi, versi saya tentunya ^_^

  • Smart

Dengan kacamata yang bertengger menghiasi wajahnya, siapapun tidak akan berani menampik kesan smart yang otomatis tertangkap begitu melihat penampilannya. Apalagi ditambah dengan penguasaannya akan bahasa Arab dan Inggris, persis seperti cerita dalam novelnya. Kemudian he is a journalist. Dia juga telah berkelana berkeliling dunia, mengenyam banyak ilmu formal maupun nonformal dari segenap penjurunya. Smart, tak terbantahkan …

menghipnotis hadirin dengan pemaparannya
  • Beautiful Mind

Membedah proses kreatifnya sebagai seorang penulis novel Negeri 5 Menara, saya benar-benar bisa menyaksikan keindahan pemikiran dari seorang A.Fuadi. Banyak makna filosofis yang ia bagikan kepada kami sekitar 200-an orang peserta yang memenuhi aula tempat acara tersebut berlangsung. Bagi saya pribadi sebagai seorang penulis very very amateur, lontaran prinsip-prinsipnya begitu dalam menghujam sanubari.

Diawali dengan kalimat bahwa “kata lebih hebat dari peluru”. Bayangkan, sebutir peluru hanya berperan ketika ditembakkan menembus kepala seseorang, mematikan. Tapi kata-kata seorang penulis bahkan lebih canggih daripada peluru karena tanpa perlu mematikan ianya dapat menembus kepala-kepala manusia. Dahsyat …!

Maka menulislah yang baik-baik, pesannya. Terlebih lagi, tulisan itu akan selalu hidup bahkan ketika si penulis telah berkalang tanah. Entah itu sekadar di akun jejaring social ataupun blog, buatlah tulisan yang baik. Karena tulisan tak akan pernah menua. Seperti halnya prinsip beliau ketika menulis novel N5M, beliau tak pernah berambisi, katakanlah, agar kisahnya difilmkan atau semacamnya. Niatnya hanya satu, membuat sebuah karya tulisan yang baik, yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Adapun hal-hal lain seperti menjadi best seller hingga difilmkan itu hanyalah efek samping. Begitu, katanya. Pokoknya bagi saya #jleb banget dah!

Kemudian ada satu kalimat lagi dari beliau yang menancap kuat dalam ingatan saya yaitu dalam sebuah paragraf selain untaian huruf, kata dan kalimat, sesungguhnya ada bahasa hati dari seorang penulis yang harus sampai kepada pembacanya. Duh, bagaimana dengan tulisan-tulisan singkat saya selama ini ya? -_-“

  • Kesetiaan

Saya menyimpulkan hal ini setelah memperhatikan baik-baik fotonya ketika ia menandatangani buku saya. Sedari awal saya memang sudah berniat, nanti ketika ada kesempatan untuk memintanya menandatangani buku saya, saya akan mengambil gambarnya tepat ketika penanya menggores lembar pertama buku N5M milikku. Soalnya saya tidak pede mau minta foto bareng, takut jadi fitnah #halah! He he he. Dan ketika saya perhatikan hasil jepretan saya, ada satu hal yang sangat menarik dari seorang A. Fuadi selain dua hal yang sudah saya beberkan di atas. Adalah cincin keperakan yang melingkar di jari manis kanannya. (jeda sejenak) Betapa saya sangat, apa ya istilahnya, terenyuh … ketika melihat seorang lelaki mengenakan cincin sebagai tanda ikatan. Dan saya yakin cincin itu pasti cincin ikatan seorang A.Fuadi terhadap belahan hatinya. Bentuknya yang polos dan terbuat dari entah apakah platina atau perak yang jelas bukan emas, cocok dengan kriteria sebentuk cincin pengikat. Saya bahkan tak akan heran jika ternyata dibaliknya ada sebuah nama terukir di sana! (Siapa tahu suatu ketika beliau sempat membaca tulisan saya ini dan mau mengkonfirmasi langsung ke saya, he he he *dreaming)

tampak jelas kan cincinnya :)

Baiklah, that’s it. Salam sukses selalu ^__^


14 komentar:

  1. yaaaaaiiiikkk hati2 memuji suami orang kakakk
    wkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. gpp kan mujinya bukan soal yang aneh2 ;p

      Hapus
  2. Kelihatan ya dari penampilannya sebagai seorang yang cerdas

    BalasHapus
  3. meminta tanda tangan memang agak norak sih...
    hehehe biarlah... yang penting kita mendapatkan tanda tanganx...
    hehehe biarlah... saya menjadi alay beberapa menit...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mendinglah kamu, nu..
      lha saya, emak-emak gini :D
      tapi gpp gara-gara itu kan saya jadi tahu satu hal tentangnya..
      tentang cincin itu ...
      yang sudah dikonfirmasi langsung oleh bang ahmad fuadi bahwa memang ada nama sang belahan hati di baliknya
      manisnyaaaa ^_^

      Hapus
  4. tiga hal penting yang sungguh kita pun perlu mempelajarinya....
    begitu ya, Mbak Marisa Agustina....

    BalasHapus
    Balasan
    1. yes, you got the point, sir! :)

      Hapus
  5. Satu lagi Icha ... bang A. Fuadi ini awet muda. Ada peserta yang bilang : " Dari segi usia sepanraran ibunya tapi dari face seperti kakaknya" :D

    Oya, suamiku nda pake cincin karena sekarang cincin kawinnya kekecilan. Bagemana mi itu ...

    BalasHapus
  6. Jadi kenal Bang Fuadi dari kacamata seorang Mbak Risa :)

    Semoga suatu saat A. Fuadi baca tulisan ini ya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. actually, udah mba ...
      beliau udah konfirm langsung soal cincin itu :D

      Hapus