1.6.12

Proses Kelahiran Kucing | Risablogedia


Saya pernah menyaksikan kelahiran bayi kucing. Okey, tidak benar-benar pas kucing itu lahir sih, tapi tepatnya beberapa detik setelah bayi kucing itu keluar dari rahim induknya. Masih belepotan darah. Masih belum bernapas dengan baik. Saya menyaksikan si induk kucing tampak sibuk dan sangat berupaya keras untuk membersihkan sisa darah sembari berseru, – andai ia bicara bahasa manusia – “C’mon, baby … breath … breath!” Begitu. Kemudian, bernapaslah ia dengan baik. Dan mengeong lemah. Aihh, I’m officially an aunty cat, I guess :D



Setelah itu saya sedikit menyesal, kenapa saya tidak datang tepat sewaktu si bayi kucing keluar dari jalan lahir induknya? Padahal hal itulah yang sangat ingin saya lihat. Menyaksikan kelahiran (berhubung tak mungkin saya menyaksikan diri saya sendiri ketika melahirkan dulu, kan?).

Kemudian kembali saya memerhatikan si induk kucing. Eh, dia masih tampak kesakitan. Tidak teriak-teriak macam saya dulu sih (ini apa sih kok membandingkan manusia dengan kucing!) tapi dari ekspresi wajah kekucingannya (hmmm) beliau (c’mon!) tampak demikian nelangsa. Kayak sakiiittt banget. Matanya nyaris selalu terpejam menahan kepayahan. Saya perhatikan perutnya. Tampaknya masih besar. Wah, masih ada harapan bisa menyaksikan kelahiran nih, pikir saya. Maka saya pun stay di dekatnya sambil tangan siap dengan kamera. Semenit … dua menit … sepuluh menit … lima belas menit … bahkan saya sempat menyodok-nyodok perut si induk kucing dengan jari, kok belum ada tanda-tanda mau melahirkan lagi ya? Tapi saya perhatikan jalan lahirnya beberapa kali masih tampak mengucurkan darah segar. Dan si induk kucing ini sudah sangat gelisah, persis kayak orang sedang kontraksi, bolak-balik cari posisi ke sana kesini tidak ada yang nyaman. Bedanya, tiap kali ada darah mengucur tiap kali itu pula si induk kucing menjilatinya sampai bersih. Itulah makanya jangan heran, ketika kucing melahirkan tempatnya tidak akan kotor karena semua darahnya akan langsung ‘dibereskan’ sang induk itu sendiri.


Setelah hampir setengah jam, akhirnya …. keluar sesuatu dari jalan lahir itu! Warnanya pink dan berkerut-kerut, bukan bayi kucing! Saya terpana sampai lupa merekam. Begitu sadar beberapa detik sesudahnya baru kamera on (saya ingin mengupload videonya tapi kok tidak berhasil ya?). Lalu tak lama kemudian si induk mengangkat kepala dan hap! Ia memakan sesuatu itu! Lalu kriet, kriet, kriet! Ia mengunyahnya! Lalu glek! Ia menelannya! OMG!

Oalah … rupanya plasenta kucing tadi itu! Maka bersamaan dengan itu terlepaslah saluran penghubung antara si bayi kucing dengan plasentanya. No scissor, no knife, just some sharp teeth!

Berhubung saya pernah menyaksikan tayangan yang menjelaskan bahwa plasenta kucing memang akan dimakan oleh sang induk dengan tujuan menumbuhkan ikatan kasih si induk terhadap anaknya, begitu kata penelitian, maka saya tidak terlalu heran dengan perilaku si kucing. Cuma kaget saja tadi … ooohhh rupanya itu toh plasenta, maklum selama ini tak pernah lihat plasenta sih hehehe.

Saya masih berharap akan melihat kelahiran bayi kucing lagi setelah keluarnya plasenta itu. Tapi sepertinya harapan saya tidak terkabul. Karena setelah itu, si induk kucing bangun dan pergi mencari air minum. Yaaahhh …. Pertunjukan telah berakhir rupanya. Tapi tak apalah … saya sudah cukup puas bisa menyaksikan sendiri momen langka seperti itu  dan membagi kisah ini dengan kawan semua.

Oh iya, satu hal lagi yang saya saksikan dari momen berharga saat itu adalah tentang IMD, Inisiasi Menyusui Dini. Pada bayi kucing hal tersebut berlaku pula. Ketika si bayi kucing masih dalam proses dibersihkan oleh sang induk, secara naluri makhluk kecil yang lemah itu sudah langsung mengendus-endus di sekitar tubuh induknya, mencari tempat ASIK, Air Susu Induk Kucing. Dan si induk juga tak berupaya, semisal menggendong si bayi agar segera menemukannya atau semacamnya atau memberinya sufor mungkin #halah, tapi ia dengan ‘tega’ membiarkannya mencari sendiri. Dan akhirnya memang dapat sih … IMD J

Well, subhanallah … betapa Sang Khalik telah menciptakan seluruh makhlukNya lengkap dengan ‘manual book’nya. Sudah include semuanya … hingga naluri kucing pun tercipta sepaket dengan si kucing. Makanya tak pernah ada terdengar RSBK, Rumah Sakit Bersalin Kucing -___-“”

Hanya saja, sayang sungguh sayang, cerita ini tak berakhir bahagia. Karena ketika sore hari menjelang, beberapa jam setelah si bayi kucing lahir, datanglah seekor kucing jantan. Tadinya saya pikir bapak si bayi kucing yang hendak datang menjenguk. Yah terserah lah, pikir saya. Saya juga tak ingin terlalu memikirkan kucing-kucing itu karena si induk kucing sebenarnya juga bukan kucing adopsi resmi saya. Ia hanya seekor kucing penghuni halaman belakang saya saja. Jadi saya membiarkan saja ketiga kucing itu bertemu.
So sweet … baru saja saya berpikir seperti itu ketika tiba-tiba saya mendengar si induk kucing menggeram-geram marah. Lalu saya buru-buru ke halaman belakang untuk mengecek. Dan kawan tahu apa, si bayi kucing lenyap! Dan si kucing jantan ngacir pergi. Hingga saat saya menulis postingan ini tidak pernah lagi ada tanda-tanda keberadaan si bayi kucing itu. Entahlah apa yang sebenarnya terjadi, hanya Tuhan dan kucing-kucing itu yang tahu….

23 komentar:

  1. ya ampun...nyesel banget, harusnya si kucing jantan punya name tag, jadi ektahuan kalo dia bukan bapaknya...
    tapi aku rada takut, liat bayi kucingnya yang bulu masih basah itu kak..hiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum bisa nggigit itu bayi kucing yang model gitu, dear ... kenapa harus takut xixixi

      Hapus
  2. Mbak...warna kucingnya mirip banget dengan kucing [almarhum]di rumah ortu saya, tapi kucingnya cowok.

    Sejak kecil dah pny kucing di rumah tp gak prnh tahu pas proses bersalinnya..saat si udah umur beberapa hari lucu-lucu banget lho anak kucingnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. lucu-lucu tapi susah diatur ;p

      Hapus
  3. itu bayi kucingnya jangan-jangan di makan sama si kucing jantan ya mbak, soalnya aku pernah denger katanya kucing jantan suka memangsa kucing yang baru lahir....ngeri deh mbayangin nya ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya curiga begitu, mami zidane ...
      cuma takut nuduh ah --" ;p

      Hapus
  4. Aku baru tahu gimana kucing ngelahirin dari post Mbak Risa :p
    Belum pernah liat soalnya hehehe...
    Loh itu kucing jantannya nyulik? @.@

    BalasHapus
    Balasan
    1. terduga memangsa malahan, una :(

      Hapus
  5. baru lihat nih proses kelahiran kucing :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe
      si kucing itu skg sedang hamil gede lagi mba
      mau lihat kelahiran selanjutnya? ;p

      Hapus
  6. Aku malah belum pernah lihat saat kucing melahirkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba di youtube mba .... ada lho proses yang lengkapnya :)

      Hapus
  7. Pengajian mingguan tadi malam sempat terhenti beberapa menit karena kucing peliharaan Pak Ustadz melahirkan di sela-sela lemari di pojok ruang pengajian. Subhanallah! Dalam hitungan menit sang kucing keluar dari balik lemari dengan menggigit bayinya.
    Dan seperti yang diceritakan salah satu jamaah, bahwa placenta si bayi memang dimakan oleh indungnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiyaa ... dalam lemari ... --"

      Hapus
  8. katanya kucing sekali melahirkan itu banyak ya, itu cuma 1 mbak?
    event: menulis di blog dapet android, ikutan yuk!

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah saya juga agak heran, mas
      kok cuma satu, ga lebih ga kurang bayi si kucing ini. padahal perutnya masih besar. apa mungkin ada yang gugur di dalam ya?

      Hapus
  9. saya belum pernah menyaksikan secara langsung, tapi dengan membaca postingan Mbak Risa ini, hmmm.... saya jadi bisa membayangkan....

    makasih banyak ya mbak, telah berbagi di blog yang asyik ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali sudah membaca, mas Azzet
      ^__^

      Hapus
  10. paling males kalau punya kucing cewe trus melahirkan,jadi mau tidak mau kita sebagai sang punya kucing tsb
    harus peran serta dalam proses kelahiran,dengan memotong tali ari2 yang masih menempel diperut anak kucing tsb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Andy pernah melakukannya???
      Waaw .. cool!
      saya saja ngga berani waktu itu. takut merusak proses alaminya. untungnya pas si induk makan plasentanya, tali pusatnya otomatis kepotong sendiri. mencegah saya mengambil golok ;p

      Hapus
  11. tadi pagi kan, kucing itu sudah melahirkan lagi di mesin cuci. Anaknya sekarang 3

    BalasHapus
  12. lucu banget.. aku juga pernah lihat proses melahirkan kucing didepn rumah :D .

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus