30.3.12

Sebaris Tanda Cinta : Visit Anging Mammiri 2012


Pariwisata adalah sebuah topik yang selalu menggairahkan untuk dibicarakan. Pembahasannya tak pernah jauh dari kisaran kata kunci berupa liburan, plesir ke tempat-tempat yang indah, eksotis, penuh sejarah maupun kebudayaan. Terlebih lagi di tengah hiruk pikuk rutinitas sehari-hari yang padat, pariwisata menjadi semacam oase yang menyejukkan, bak sebuah janji manis di penghujung segala kepenatan. Menjadi suatu kebutuhan yang direncanakan dan dinantikan jauh-jauh hari sebelumnya.

Dengan paradigma seperti itu tentunya tak dapat dielakkan lagi bahwa pariwisata erat kaitannya dengan budget atau anggaran. Setiap orang pasti menyiapkan anggaran khusus untuk keperluan pariwisata. Di sinilah kemudian pembahasan mengenai pariwisata menjadi semakin menarik. Karena ada satu peluang untuk menghasilkan keuntungan yang besar atas sektor yang satu ini.

Pariwisata sesungguhnya memiliki cakupan pembahasan yang sangat luas. Namun bila kita mencoba merunut benang merah dari sektor ini, rasanya selalu faktor itu-itu saja yang akan kita temui untuk melejitkan sebuah potensi pariwisata. Menurut pendapat saya pribadi, ada tiga faktor utama yang akan mendukung sebuah potensi pariwisata menjadi demikian maju yaitu pencitraan, promosi, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Pencitraan
Membangun citra bahwa sebuah daerah layak menjadi objek pariwisata adalah sangat penting. Tak dapat dipungkiri bahwa tidak semua tempat yang mengaku memiliki potensi pariwisata benar-benar memiliki potensi tersebut. Bisa jadi potensi pariwisata di sebuah tempat tertentu sebenarnya lebih minim dibandingkan tempat lain, namun boleh jadi karena pencitraan yang lebih kuat menjadikannya lebih terkenal. Sulawesi Selatan sebagai sebuah daerah yang memang kaya akan potensi pariwisata sudah selayaknya memaksimalkan pencitraannya di mata para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Ditambah lagi posisi strategisnya sebagai gerbang utama menuju wilayah Indonesia bagian timur, menjadikan propinsi ini banyak dikunjungi masyarakat dari arah manapun. Dengan pencitraan maksimal terhadap pariwisata Sulawesi Selatan tentunya akan menarik para pengunjung yang tadinya mungkin tidak berniat melancong menjadi tertarik untuk mengeksplorasi dan menikmati tawaran wisata di propinsi ini.

Potensi pariwisata yang unik, khas dan jarang ditemukan di tempat lain dimana pun biasanya akan semakin mendukung pencitraan sebuah objek wisata. Dan potensi itu dimiliki oleh Sulawesi Selatan.

sumber foto disini
Untuk potensi wisata budaya, sebut saja Tana Toraja. Daerah ini boleh dikatakan sebagai ikon nomor satu pariwisata di Sulawesi Selatan yang namanya telah terkenal hingga ke mancanegara. Tempat ini seringkali menjadi tujuan favorit para pelancong ketika menginjakkan kaki di Sulawesi Selatan. Suku Toraja yang mempertahankan  gaya hidup Austronesia dan segala tradisinya masih terpelihara dengan baik di sana. Mulai rumah adat hingga prosesi pemakaman yang khas Tana Toraja menjadi penarik para wisatawan untuk berkunjung dan menyaksikan langsung. 

mentari lindap di ufuk senja tanjung bira
Kemudian potensi wisata bahari, sebutlah salah satu ikon paling tenar yaitu Tanjung Bira dengan keindahan sunset, sunrise dan hamparan pasir putih sehalus tepung, semanis gula bubuk, yang terbentang seluas mata memandang. 
sumber foto disini
Ada pula yang tak kalah menarik dan paling mudah dijangkau adalah potensi wisata kota dengan ikon utama, anjungan Pantai Losari. Hampir bisa dipastikan bahwa setiap orang yang melancong ke Sulawesi Selatan tak akan melewatkan kesempatan untuk mengunjunginya bahkan untuk sekadar berfoto diantara tulisan raksasa ‘Pantai Losari’ yang memang takkan ditemukan di tempat lain. Khas.  

sumber foto disini
Atau potensi wisata sejarah, baik di dalam kota propinsi maupun kabupaten. Dengan adanya benteng Jum Pandang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Fort Rotterdam sebagai sebuah peninggalan sejarah pada masa kerajaan Gowa. Sebuah benteng yang kaya akan filosofi mulai dari bentuknya yang mengikuti bentuk penyu, yang mampu hidup baik di darat maupun di air, merepresentasikan kejayaan kerajaan Gowa mencakupi lingkup daratan dan lautan. 

Pun potensi wisata lingkungan, hal itu juga tersedia di Sulawesi Selatan. Salah satu contohnya adalah Bantimurung, yang telah terkenal sebagai kingdom of butterfly sejak lama.



Dengan begitu lengkapnya jenis pariwisata yang dapat dipilih, bila dicitrakan dengan optimal dan komprehensif tentunya akan menuai hasil yang maksimal.

Promosi
Dalam urusan strategi pemasaran, promosi biasanya menempati porsi cukup besar baik dari segi biaya maupun keseriusan penggarapan. Demikian pula seharusnya yang diterapkan jika kita ingin sektor pariwisata berkembang pesat, meningkatkan promosi. Bagaimana mungkin potensi besar yang dimiliki Sulawesi Selatan bisa dikenal luas jika promosinya tidak digencarkan? Apalagi dengan adanya paket lengkap pariwisata seperti yang telah saya sebutkan di atas, maka tinggal diramu dan dikemas dalam sebuah promosi yang intens, serius dan tanpa tendensi apapun selain dalam rangka melejitkan pariwisata semata.

Tidak perlu muluk-muluk, saya membayangkan sebuah website yang menarik, dikelola dengan sungguh-sungguh, dan interaktif, bukan hanya sekedar website ‘mati’. Atau sebuah akun khusus di jejaring sosial terkemuka seperti facebook dan twitter yang di masa kekinian sangat efektif dalam menjaring massa. Tentunya juga yang segenap hati dikelola secara elegan bukan hanya sekadar untuk dikatakan ada. Atau dapat pula sejalan dengan tren maraknya buku-buku perjalanan wisata ala backpacker. Mengapa tidak jika kemudian diterbitkan buku semacam itu dengan tajuk Backpacker : One Stop Journey to South Sulawesi, misalnya.

Dan sebagai satu kesatuan potensi pariwisata yang membawa nama Sulawesi Selatan, akan sangat baik jika masing-masing daerah dengan segala potensi pariwisatanya tidak terlibat dalam persaingan yang tak sehat. Dalam artian setiap wilayah dan semua potensinya masing-masing, saling mendukung secara positif bukan hanya sekadar sibuk menonjolkan daerahnya saja. Alangkah indahnya jika dalam sebuah paket promosi, katakanlah wisata lingkungan misalnya, potensi-potensi yang ada dari semua daerah sama ditonjolkan. Bantimurung dengan kerajaan kupu-kupunya, Soppeng dengan kelelawarnya --Indonesia’s gotham city--, Malino dengan hutan pinusnya, juga Wajo dengan peternakan ulat sutranya. Juga ketika menyebut wisata budaya, Tana Toraja, dapat dipadu dengan daerah lain agar sekaligus mengangkat popularitas budaya yang lain misalnya Bulukumba dengan pembuatan perahu phinisi-nya.

 Dengan adanya promosi yang saling mendukung seperti itu tentunya akan semakin efektif mengenalkan semua potensi pariwisata yang ada di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Dukungan sarana dan prasarana yang memadai
Hal lain yang cukup krusial yang harus diperhatikan ketika ingin menjaring wisatawan sebanyak mungkin agar mau melancong ke tempat yang kita rekomendasikan adalah sarana dan prasarana. Sebagai contoh, bayangkanlah jika kita di posisi sebagai wisatawan yang tertarik mengunjungi Tanjung Bira. Ketika kita mencari tahu bagaimana cara menuju ke sana, bagaimana kondisi di sepanjang perjalanan, fasilitas akomodasi, penginapan dan sebagainya, sedikit banyak tentu akan mempengaruhi keputusan jadi atau tidaknya kita mengunjungi tempat tersebut. Seindah apapun tempat yang akan dituju jika dibarengi dengan informasi mengenai sulitnya transportasi menuju ke lokasi atau tidak memadainya kondisi jalan yang harus ditempuh atau akomodasi yang kurang layak maka bukan mustahil para pelancong akan urung niatnya untuk berkunjung.

Ketika pencitraan telah dimaksimalkan, promosi juga telah digencarkan namun sarana dan prasarana tidak mendukung maka hal itu tetap akan menjadi batu sandungan dalam melejitkan potensi pariwisata apapun.

Bila memang ada keinginan untuk melejitkan potensi pariwisata Sulawesi Selatan maka tentunya dibutuhkan suatu keseriusan dan kerja sama antara semua pihak yang terkait secara sinergis dan berkesinambungan. Jadi marilah kita bahu membahu, bersatu padu untuk melejitkan potensi pariwisata yang ada di provinsi Sulawesi Selatan ini.

Sumber bacaan :




Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Konten Blog Bertema : "Strategi Pengembangan dan Promosi Wisata Sulawesi Selatan"

7 komentar:

  1. sukses lombanya ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ... makasih mami zidane :)

      Hapus
  2. waaaah rubah cat rumah ya kakak
    horeee pinkyyy^^

    BalasHapus
  3. semoga sukses dengan kontesnya ya

    BalasHapus
  4. pantai losarinya itu lho yang bikin mantap....

    sukses kawan ,,

    BalasHapus
  5. Promosi wisata yang menarik dan lengkap informasinya salut...
    salam... Rental Mobil Makassar

    BalasHapus