20.10.13

Analisis (Amatir) Tulisan Tangan J.K. Rowling

Analisis (Amatir) Tulisan Tangan J.K. RowlingSeorang kawan mengupload coretan tangan J.K. Rowling di grup menulis fb saya. Coretan J.K. Rowling herself (setidaknya berdasarkan gugling yang saya dapat di sini), waw! Yang bikin lebih wohoho lagi adalah, ini bukan konsep buku seri pertamanya tapi sudah buku yang kelima. Dan dia masih menggunakan metode oret-oretan cakar ayam macam itu untuk memetakan konsepnya? Ckckck.

Sepertinya sudah menjadi formula rahasia dia mungkin ya, nyamannya seperti itu dalam membangun sebuah tulisan, sungguh out of pattern. Dia semacam membuat pola menulisnya sendiri. Tapi dipikir-pikir, memang seperti itu seharusnya seorang penulis, bukan? Karena layaknya seorang chef professional dengan signature dish-nya, begitu pula dengan seorang penulis dan karyanya. Ini adalah soal rasa, soal pikir, soal keunikan yang dimiliki masing-masing penulis. Dalam karyanya termasuk prosesnya. Semua unik, berbeda satu sama lain, semua memiliki pola sendiri. Soal teori, pasti hanyalah teori, pelaksanaan bisa jadi berbeda.

Kembali kepada tulisan tangan yang berisi konsep salah satu seri Harry Potter milik J.K. Rowling, the phenomenal. Oh my, ini buku kelimanya saudara-saudara, yang mana artinya sudah empat kali terjadi setiap bukunya mau terbit di mana orang sampai rela menginap di depan toko demi menjadi pembaca paling pertama, dan beliau masih mengoret-oreti kertas seperti itu! Ckckck!

Daaannn… setelah saya mencoba menelisik konsep yang tertuang dalam secarik kertas itu, sampai mata saya pusing, setidaknya saya ‘berhasil’ sedikiiiiiit (sok) paham bagaimana cara kerja seorang J.K. Rowling dalam meracik karyanya. Tentang bagaimana dia mengingat semua tokohnya, semua plot, semua alur, yang tertuang dalam 1200 halaman penuh fantasi, petualangan, dan jalan cerita yang dinamis.

Baiklah mari kita bersama-sama coba melakukan analisis (amatir) tulisan tangan J.K. Rowling, yuuk!



Seperti terlihat dalam foto, ada 10 kolom penting menurut JK-R, yang dibutuhkannya untuk memudahkan proses menulis.

Kolom 1 : 
Nomor (yang sayangnya kita hanya diperlihatkan mulai dari nomer 13. Entah dari nomer 1 – 12 seperti apa isinya). Yang jelas menurut saya, nomer ini menunjukkan bab-bab yang membangun buku kelimanya. Yang nantinya ketika terbit, tentu saja sudah melalui proses editing, jadi tidak sama persis antara buku jadi dengan konsepnya. Apalagi di Indonesia yang beredar adalah versi terjemahan.
Kolom 2 : 
Time. Ini pasti tenggat waktu yang ditentukannya untuk menyelesaikan bab-babnya. Yang mana bisa kita lihat dalam satu bulan rata-rata JK-R menarget dua hingga tiga bab, ada yang hanya satu bab malah. Yang jadi pertanyaan saya, untuk bab 13 – 24 seperti yang tertera di foto, dia memerlukan rentang waktu 6 bulan, nah, ditambah dengan bab 1 – 12, juga bab 25 – 38, berapa lama sesungguhnya dia menulis satu buku? Sementara per tahun bukunya harus terbit, kan?
Kolom 3 : 
Title. Ini pastinya adalah kolom yang berisi judul-judul dari tiap bab, ya? Dari semua yang tertera dalam foto, hanya ada dua bab yang berhasil saya kenali yang masuk dalam buku kelima seri Harpot. Yaitu, bab 14 dan 18. Yang lain entah mengalami penyesuaian di mana, apakah dalam editing atau terjemahan?
Kolom 4 : 
Plot. Menarik betapa isi cerita tiap bab, JK-R hanya memerlukan satu kalimat singkat (dan nyaris tak terbaca) untuk mengingat apa yang ingin ia dongengkan. Sebagai contoh, pada bab nomer 14, yang berjudul The Order of The Phoenix, dia hanya mengisi kolom plot dengan tulisan, first meeting of the order of the phoenix (yang dalam bukunya memang hanya berisi kisah pertemuan para penyihir yang tergabung dalam orde Phoenix). Atau bab nomer 17 yang berjudul Rita Returns (dalam bukunya entah berubah jadi apa judul bab ini) yang berisi, Hogsmeade / X-mas shopping / They met Rita. Lalu bab nomer 18, St. Mungo’s Hospital for Magical Maladies and Injuries (RS. St. Mungo untuk Penyakit dan Luka-luka Sihir à dalam bukunya jadi bab 22), plot yang dipetakan JK-R berisi, St. Mungo’s visit years time, see Black, see Lockhart, see W. Weasley, Neville. Benar-benar sederhana ya plot-nya, tapi menghasilkan seribuan halaman!

Kolom 5 – 10 berikut, menurut saya, dibuat oleh JK-R agar memudahkan benang merah cerita tetap di tempatnya. Tokoh-tokoh maupun peristiwa-peristiwa yang harus selalu muncul, dibuatkan kolom-kolom khusus.

Kolom 5 : 
Prophecy – Tentang ramalan yang dibisikkan Voldemort melalui bekas luka di kening Harry.  (atau entahlah maksudnya apa soal ramalan ini!)
Kolom 6 : 
Cho / Ginny - Tentang kedua gadis penting dalam hidup Harry, Cho dan Ginny, yang mana tadinya Harry naksir Cho, tapi ketika Cho menjadi tak seperti yang dikira Harry, akhirnya Harry jatuh cinta pada Ginny. Dan untuk proses Harry pindah ke lain hati, JK-R melakukannya dengan halus, sehingga harus ditelusupkan di hampir setiap bab, makanya dibuatkan kolom khusus untuk poin tersebut.
Kolom 7 : 
D.A. entah apa maksudnya saya sama sekali tidak bisa menebak. Yang jelas kolom D.A kebanyakan berisi nama-nama tokoh saja. Mungkin JK-R perlu memastikan ingatannya tentang tokoh siapa saja yang muncul pada bab-bab tertentu. Misalnya pada bab 13 dia menulis Tonks + Lupin, bab 14 dia menulis Umbridge, bab 15 dia menulis firehead* (mbuhlah maksude opo to mbak mbak)
Kolom 8 : 
O of P, order of the phoenix, yang menjadi tema besar, yang tentu harus muncul pada semua bab sepanjang novel.  Bab 13, recruiting. Bab 14, first meeting (konsisten dengan plotnya). Bab 15, kosong. Bab 16, reaction – another meeting – overview. Dst…
Kolom 9 : 
Snape / Harry + ? Pastinya JK-R menganggap tokoh ini cukup penting perannya dalam seri ini, sehingga ia harus membuat kolom sendiri agar benang merahnya muncul di tiap bab.
Kolom 10 : 
Hagrid r Gramp (?) idem

Intinya, J.K. Rowling ini benar-benar terpetakan konsep tulisannya. Pantas saja tidak ada konflik tokoh atau peranan dalam kisah novelnya. Dan ya, sepertinya memang harus seperti itu jika kita ingin menulis cerita fantasi yang melibatkan banyak sekali tokoh, peranan, jurus-jurus, kisah-kisah yang saling terkait, dan tentunya dengan jumlah halaman yang fantastis! Memilih mana saja tokoh yang menjadi kunci dan perlu perhatian khusus agar semuanya tetap saling sambung-menyambung selama tujuh seri berturut-turut!

Ah, sungguh sok tahu sekali analisis (amatir) tulisan tangan J.K Rowling yang saya buat ini hahaha.


Dan oh ya, selamat jika kau bingung membaca hasil penerawangan saya ini :O

6 komentar:

  1. jago ya menerawang tulisan hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. demi keperluan pribadi juga soalnya, mba lidya hehehe

      Hapus
  2. rumit amat kaya tulisan dokter :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. dokter aksara itu JK-R malahan, mas :D

      Hapus
  3. tulisan eike donk di terawang..:)

    BalasHapus
  4. Memang penulis yang baik harus punya perencanaan... Jo emang keren @_@

    BalasHapus